SISTEM PEMASARAN TERNAK MODERN

IMG_1491A

PENGEMBANGAN SISTEM PASAR TERNAK MODERN (TERNAK SAPI) DI AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH  {The Modern Livestock Market System Development (Beef Cattle) in Ambarawa, Semarang Regency, Central Java}

(Kerjasam Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Diponegoro)

Oleh :

Edy Prasetyo, Fadjar Wahyono, Titik Ekowati, Bambang Trisetyo Eddy, Bambang Supriyadi

RINGKASAN

LPM UNDIP, 2006. Pengembangan Sistem Pasar Ternak Modern (Ternak Sapi) di Ambarawa Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah (Kerjasama  Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Diponegoro).

Kegiatan ini merupakan kegiatan Penelitian, Pemberdayaan Masyarakat, Uji Coba Implementasi Pemasaran Ternak, dan Pendampingan, yang secara keseluruhan dilaksanakan pada Juli 2006 – Desember 2006.  Adapun tujuan kegiatan ialah : (i) Melakukan kajian terhadap permasalahan, potensi dan kondisi Pasar Ternak Ambarawa; (ii) Menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh petani ternak; (iii) Mengkaji berbagai aspek yang mempunyai fungsi potensial terhadap pengembangan pasar ternak; (iv)  Merumuskan model sistem pasar ternak modern  yang mampu mengintegrasikan backward linkage dan forward linkage; (v) Melakukan uji coba implementasi pemasaran ternak menggunakan sistem lelang;  (vi) Melakukan pendampingan pembangunan fisik pasar ternak Ambarawa.  Metode pendekatan yang digunakan ialah metode survai, analisis data sekunder, partispasi aktif (sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan pendampingan), serta action research.

Hasil kegiatan ialah : (i) Berdasarkan agroekosistem, wilayah Kabupaten Semarang cocok sebagai sentra pengembangan dan produksi ternak sapi; (ii) Pemasaran ternak di Pasar Ternak Ambarawa  masih bersifat tradisional yang diselenggarakan setiap hari pasaran pon; (iii). Agar implementasi sistem pasar ternak  dapat meningkatkan manfaat  bagi pelaku pasar, maka diperlukan perangkat keras, perangkat lunak, sarana dan prasarana serta sumberdaya pengelola pasar melalui pendekatan sistem; (iv) Terdapat berbagai macam pola pemasaran ternak (sapi), namun pola petani ternak produsen à pedagang (blantik) à pasar ternak à pedagang (blantik) à petani ternak konsumen, merupakan pola pemasaran yang dominan; (v) Sosialisasi, pelatihan dan pemberdayaan petani ternak tentang pengembangan sistem pemasaran ternak modern, memperoleh tanggapan yang positif dari para petani ternak; (vi)  Eksistensi GAPOKTAN Ternak sangat dibutuhkan; (vii) Uji coba implementasi pemasaran ternak menggunakan sistem lelang  memperoleh dukungan dan respon yang positif dari berbagai pihak (Instansi Teknis Terkait, Petani Ternak Produsen, Petani Ternak Konsumen,  GAPOKTAN Ternak, serta Petugas Penyuluh Peternakan); (viii) Pembangunan fisik Pasar Ternak Ambarawa pada tahun anggaran 2006 sesuai dengan master plan yang telah di buat.

Sedangkan saran yang diajukan ialah : (i) Sistem pemasaran ternak perlu segera dikembangkan menjadi sistem pemasaran ternak modern dengan menggunakan sistem lelang; (ii) Eksisten GAPOKTAN Ternak perlu dikembangkan dan diikuti munculnya GAPOKTAN-GAPOKTAN yang lain;  (iii) Perencanaan pembangunan fisik pasar ternak Ambarawa pada 2007 perlu memperhatikan sistem sanitasi lingkungan, kapasitas daya tampung pasar ternak terhadap ternak  dan penertiban bangunan liar di Pasar Ternak, (iv) Perlu adanya kegiatan pendampingan secara intensif dan berkesinambungan untuk pengem-bangan dan pembinaan GAPOKTAN Ternak serta pengembangan sistem pasar ternak modern  menggunakan sistem lelang.

Kata Kunci : Sosialisasi, pemberdayaan, pendampingan, pembentukan GAPOKTAN, uji coba pemasaran ternak, sistem lelang.

S U M M A R Y

LPM UNDIP, 2006. The Modern Livestock Market System Development (Cattle) in Ambarawa, Semarang Regency, Central Java (in cooperation between Directorate General of  Agricultural Processing and Marketing and The Community Service Institute, Diponegoro University).

The activities of study were research, community empowerment, try-out livestock marketing implementation and assistance which was done on July – December 2006. The aims of activity were : (i) to investigate the problems, potentials and conditions of Ambarawa Livestock Market; (ii) to analyse farm-breeder’s problems; (iii) to examine of some aspects that were potentials for livestock market development; (iv) to formulate the modern livestock market system that be able to integrate between backward linkage and forward linkage; (v) to do try-out of livestock market implementation by sell at auction system and (vi) to do the assistance for Ambarawa livestock market physical construction. The approach methods for study were survey method, secondary data analyses and active participation (socialization, community empowerment and assistance) and action research.

The results of study were (i) Semarang Regency  was suitable area as a centre for cattle livestock production and development; (ii) Livestock market in Ambarawa still use the traditional market system  which was held on certain day (“Pasaran Pon”); (iii) some facilities such as soft ware; hard ware; infrastructure and market’s organizer resources through the system approach were needed in order to develop and increase the market functions; (iv) there were some marketing channels of cattle, but the channels from farm-breeder producer → merchant (middlement in livestock) → livestock market → middlement in livestock → farm-breeder consumer was dominant marketing channels; (v) socialization, training and farm-breeder empowering of modern livestock market system development get the positive reponse from farm-breeder; (vi) the Grouping of Farmer’s Group existance (“GAPOKTAN”) is needed; (vii) the try-out of sell at auction system livestock market implementation obtain the support and positive response  from related institution; farm-breeder producer; farm-breeder consumer; “GAPOKTAN” and the extantion field; (viii) the physical construction of Ambarawa livestock market  in year of 2006 is suitable from the master plan.

Some suggestions for the study are : (i)  the livestock market system shoud be developed to modern livestock market system by sell at auction market system; (ii) the existance of “GAPOKTAN” should be developed and followed by others “GAPOKTAN”; (iii) the physical construction plan of Ambarawa livestock market in year of 2007 should pay attention to the environment sanitation system, livestock market capacity and controlling the livestock market illegal building. (iv) the assistance intensively and continously  is needed to develop modern livestock market system by sell at auction and “GAPOKTAN” establishment.

Key words : socialization,  empowerment,  assistance,  “GAPOKTAN”,  livestock Market  try-out,  sell at auction.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: