AGRIBISNIS TERNAK SAPI PERAH

Blog 2

KONDISI DAN POTENSI PENGEMBANGAN USAHA-TANI TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN SEMARANG (The Condition and Potential of The Dairy Farm Development in Semarang Regency)

Oleh :

Edy Prasetyo, Titik Ekowati, Mukson (Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro)

ABSTRAK

Kondisi dan Potensi Pengembangan Usahatani Ternak Sapi Perah di Kabupaten Semarang (2005).  Penelitian telah dilaksanakan bulan April 2004 sampai dengan Juni 2004 pada usahatani ternak sapi perah di Kabupaten Semarang.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi, permasalahan, potensi serta pendapatan usahatani ternak sapi perah di Kabupaten Semarang.

Penelitian dilaksanakan dengan  metode survai dengan cara wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan.  Sampel sebagai responden diambil sebanyak 60 petani ternak yang dipilih dengan menggunakan two stage cluster random sampling method. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif berdasarkan data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa : (i) skala usahatani ternak rata-rata 4,26 UT/petani dengan komposisi 54,46 % sapi laktasi dan 45,54 % sapi non laktasi; (ii)  permasalahan tatalaksana usahatani antara lain dalam hal penempatan lokasi kandang, pemasaran produk susu yang belum di arahkan pada obyek yang bervariasi, dan teknologi pasca panen untuk meningkatkan added value belum dilakukan; (iii) produksi rata-rata susu sapi perah sebanyak 17,81 lt/hr/2,32 UT atau 7,68 lt/hr/ekor; (iv) pendapatan bersih total (berdasarkan nilai yang diperhitungkan) sebesar Rp 7.143.346,45/petani/th dengan nilai rentabilitas 87,41 %, sedangkan berdasarkan perhitungan nilai tunai sebesar Rp 6.160.101,46/petani/th dengan nilai rentabilitas 144,90 %.

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, bahwa usahatani ternak sapi perah di Kabupaten Semarang layak untuk dikembangkan, dengan lebih menekankan pada perbaikan terhadap faktor-faktor pengembangan usahatani.

Kata kunci : Usahatani sapi perah, kondisi, masalah, dan potensi.

ABSTRACT

The Condition and Potential of The Dairy Farm Development in Semarang Regency (2005).  A research was carried out to investigate the condition, problems, potential and the dairy farm income in Semarang Regency and it was held on April – June 2004.

The method of research that used was survey  to get primary data by questionaires. Two-stage cluster random sampling method was used to identify 60 respondents. The kinds of data were primary and secondary data, which were analyzed by qualitative and quantitative description.

The result of research showed that: (i) the average of farm scale was 4.26 Animal Unit (AU)/farmer with the composition 54.46% lactating cows and 45.54% dairy non-lactating. (ii) The dairy farm problems were related with location of stall; marketing of dairy milk having not been distributed to the various consumers and the technology of post harvest to increase the added value have not been done, (iii) the average of dairy milk production was 17.81 lt/day/2.32 AU or 7.68 lt/day/AU, (iv) the total net farm income based on the farm calculation was Rp 7,143,346.45/farmer/year with the rentability value 87.41%; meanwhile the total net with the real calculation was Rp 6,160,101.46/ farmer/year with the rentability 144.90%.

The conclusion of research was that  the dairy farm was feasible to developed in Semarang Regency with the focus on improvement of development factors of farming.

Key words: dairy farming, condition, problems and potential

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: