AGRIBISNIS PETERNAKAN

Kambing CA

 MODEL MANAJEMEN PERMODALAN DAN MANAJEMEN AGRIBISNIS SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PETERNAKAN RAKYAT DI JAWA TENGAH (The Financial Capital and Agribusiness Management Models to Developed The Farmers Animal Agricultural in Central Java).

 (Penelitian Hibah Bersaing DP2M Dikti Depdiknas 2006

Oleh :

Edy Prasetyo, Srijanto Dwidjatmiko, Wulan Sumekar, Titik Ekowati, Mukson (Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro)

  

RINGKASAN 

A.  JUDUL PENELITIAN DAN NAMA PENELITI  :

  1. Judul Penelitian  : Model Manajemen Permodalan dan Manajemen Agribisnis Sebagai Upaya Pengembangan Peternakan Rakyat di Jawa Tengah.
  2. Peneliti : Edy Prasetyo, Srijanto Dwidjatmiko, Wulan Sumekar, Titik Ekowati, dan Mukson.
  3. Tahun Penulisan/Jumlah Halaman : 2006 / 119 halaman.

B.     I S I  :

  1. Propinsi Jawa Tengah secara fisik, sosial dan ekonomis mempunyai potensi sebagai sentra produksi dan pengembangan ternak.  Di lain pihak petani ternak rakyat sebagai pelaku usahatani ternak mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal, khususnya modal usahatani, pengetahuan, manajemen agribisnis sehingga hasil usahatani ternaknya bila ditinjau dari efisiensi ekonomis maupun efisiensi teknis belum optimal.
  2. Tujuan Penelitian : (i) Melakukan evaluasi penerapan manajemen agribisnis pada tingkat petani ternak, pasca sosialisasi modul manajemen agribisnis melalui kegiatan penyuluhan; (ii) Malakukan evaluasi terhadap biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan profitabilitas pada usahatani ternak rakyat.  Kegiatan evaluasi dalam hal ini dilakukan dengan cara membandingkan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan profitabilitas dari hasil penelitian Tahap I (2004) dengan hasil penelitian Tahap Akhir (2006); (iii) Mengetahui peranan/pengaruh unsur-unsur manajemen agribisnis terhadap tingkat pendapatan petani ternak di Jawa Tengah.
  3. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survai pada tingkat petani ternak rakyat, yang meliputi petani ternak sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam ras pedaging, ayam bukan ras, dan petani ternak itik petelur.  Metode penentuan sampel  yang digunakan adalah Purposive Stratifioed Quota Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden yang dipilih pada 7 kabupaten di Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada petani ternak berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan.  Data yang digunakan merupakan data primer dari petani ternak, dan didukung data sekunder yang diperoleh dari laporan-laporan yang ada kaitannya.  Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif (analisis penerapan manajemen agribisnis, analisis pendapatan dan profitabilitas, serta analisis regresi linier berganda).   
  4. Hasil Penelitian dan Kesimpulan. Pasca sosialisasi modul penerapan manajemen agribisnis dan penyuluhan, dapat ditarik hasil penelitian yang sekaligus merupakan kesimpulan sebagai berikut  :  (i) Sebagian besar petani ternak dalam menerapkan manajemen agribisnis dapat dikatagorikan dalam kondisi baik,  namun dalam hal akses terhadap jasa penunjang pada petani ternak sapi perah dalam kondisi sedang, demikian pula kegiatan perencanaan agribisnis pada petani ternak sapi potong, pengadaan sarana produksi ternak dan akses jasa penunjang pada petani ternak kambing, serta akses jasa penunjang agribisnis pada petani ternak ayam bukan ras dan petani ternak itik petelur;  (ii) Tingkat skala usaha ternak rata-rata pada setiap petani ternak  terjadi penurunan pada petani ternak sapi perah, sapi potong, kambing, domba, dan petani ternak ayam bukan ras, sadangkan pada petani ternak ayam ras pedaging dan itik petelur terjadi peningkatan;  (iii) Tingkat pendapatan usahatani ternak rata-rata pada setiap petani ternak terjadi penurunan pada petani ternak sapi perah, kambing, domba, dan petani ternak ayam bukan ras, namun terjadi peningkatan pada petani ternak sapi potong, ayam ras pedaging, dan petani ternak itik petelur;  (iv) Nilai profitabilitas rata-rata pada setiap petani ternak terjadi penurunan pada petani ternak sapi perah, namun terjadi peningkatan pada petani ternak sapi potong, kambing, domba, ayam ras pedaging, ayam bukan ras, dan pada petani ternak itik petelur;  (v) Secara statistik unsur-unsur manajemen agribisnis tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan usahatani ternak rakyat.       
  5. Saran yang diajukan pada hasil penelitian ini, ialah : (i) Perlu adanya penelitian tentang pengaruh penerapan manajemen agribisnis terhadap pendapatan petani ternak rakyat berdasarkan intensitas penyuluhan dan penggunaan alat peraga penyuluhan yang berbeda-beda; (ii) Walaupun penerapan manajemen agribisnis secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan petani ternak, namun eksistensinya tetap dibutuhkan seiring dengan tingkat kemajuan teknologi usahatani ternak. 

C.         IDENTITAS KELEMBAGAAN : 

Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor : 319/SP3/PP/DP2M/II/2006.  

   

 

SUMMARY 

A.   TITLE AND RESEARCHER

  1. Title :  The Financial Capital and Agribusiness Management Models to Developed The Farmers Animal Agricultural in Central Java.
  2. Researchers: Edy Prasetyo; Srijanto Dwidjatmiko; Wulan Sumekar; Titik Ekowati and Mukson.
  3. Year of report: 2006 and the number of pages: 119. 

B.  CONTENS :

  1. Central Java physically, socially and economically has a potential as a production center and animal agricultural development.  In another hand, the farmers as a farm agent have some constraints, such as financial capital, knowledge and management, consequently, the economical and technical efficiency of the agribusiness production have not been optimum yet.
  2. The aims of research: (i) To evaluation  the actual implementation of agribusiness management to the farmers, after to empower with agribusiness management training; (ii) To evaluation about the cost production, revenue, income and profitability of the farmers.  The evaluation activity by to compare of the result of first part research  (2004) with of the result of last part research;   (iii) To know the influence of agribusiness management factors to farmers profit at Central Java.
  3. Survey were used as a research method and to get data on the dairy farm, beef cattle farm, goat farm, sheep farm, broiler farm, native chicken farm and duck farm.  Purposive stratified quota sampling  is a method for identifies the number respondents.  140 responmdents are chosen whose distribute into 7 regions in Central Java.  Using questioner has held interview with respondents by using questioner for obtaining data.  The kinds of data are primary and secondary data.  Data are analyzed  by qualitative and quantitative description  (analysis of agribusiness management implementation, analysis of income and profitability, and analysis of multiple linear regression).  
  4. The result and the research  conclusion.  Post socialization module of agribusiness management implementation  and extension, the result and research conclusion are : (i) Most farmers can be categorized good condition at implementation of agribusiness management, but they are categorized in average condition at access of supporting service to goat farm, activity of agribusiness planning to beef cattle, supply of livestock production facilities, access of supporting service to goat farm, access of supporting service to native chicken farm and to duck farm;  (ii) The animal agricultural scale level each farmer on the average is decrease at dairy farm, beef cattle farm, goat farm, sheep farm and native chicken farm, where as it is increase at briler farm and duck farm;  (iii) The animal agricultural farmer’s income level on the average is decrease at dairy farm, goat farm, sheep farm and native chicken farm.  But, it is increase at beef cattle farm, broiler farm and duck farm;  (iv) Provitability value on average each farmer is decrease at dairy farm, but is increase at beef cattle farm, goat farm, sheep farm, broiler farm, native chicken farm, and duck farm;  (v) The elements of agribuisiness management implementation do not effect significantly to income level of livestock farmer.
  5. Research suggestion : (i) Research of agribusiness management implementation effect to livestock farmer’s income based on extension intensity and facilitation extension used is needed;  (ii) Although agribusiness management implementation do not influence siginificantly to animal agricultural farmer’s income, it’s existence is needed together with progress of livestock farmer technology.  

C. INSTITUTION IDENTITY :

Social Economic Study Programmed, Animal Agriculture Faculty, Diponegoro University, Research Institute Diponegoro University, No of contract : 319/SP3/PP/DP2M/II/2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: